![]() |
| Oleh : Muhammad Ferdiansyah |
Sejarah adalah pristiwa masa lampau, yang hingga saat ini masih terbayang Bayang di benak setiap individu.
Tanpa adanya masa lalu, maka seseorang tidak akan dapat memahami, betapa sulitnya sebuah perjuangan untuk menuju langkah kesuksesan. masa lalu juga adalah penentu dan perjalanan yang suatu saat nanti kita lihat, dari nol hingga menjadi sekarang ini. maka begitu sangat penting nya untuk mengingat masa lalu yang sangat-sangat penuh perjuangan tersebut.
Beberapa orang kerap mudah terpengaruh akan hal-hal yang bersifat negatif pada masa lampau nya, sehingga di suatu saat dia tidak dapat menjadi apa-apa akibat pernuatan ia sejak dahulu kala. tapi mengapa ada orang cerdas sejak dulu engga menjadi apa-apa di masa depan? dan sebaliknya menjadi sukses di kedepan?
Baik, sebelum itu kita memahami dulu, apa yang membuat seseorang bisa menjadi sukses dan apakah metode yang selama ini ia lakukan benar-benar efektif atau hanya sekedar gunda surau semata? dalam perspektif analisis pribadi saya, bahwasannya sukses itu tidak selalu di kaitkan dengan sesuatu yang berkaitan tentang akademik dan pengetahuan, melainkan yang lebih harus di prioritaskan ialah akhlak dan adab.
Adab dan akhlak ialah penentu masa depan setiap individu, apalagi jika telah di tanamkan sejak masa lampau. maka baik disadari atau tidak disadari Maka seseorang akan memberikan respon positif kepada diri dia, seakan akan dia dianggap sebaga orang yang ramah dan penuh dengan perhatian kepada sesama manusia. apakah anda ingin dimanusiakan? jika sekiranya anda ingin di muliakan oleh seseorang maka hargailah seseorang, hargai betapa sulitnya perjuangan seseorang yang dimulai dari nol hingga menjadi orang nomor satu di sebuah tempat. maka dengan acuan tindakan yang anda lakukan itu kepada orang lain, akan dapat memberikan respect kepada mereka bahwa anda menghargai dia, sehingga memberikan kemudahan paa diri anda untuk menggapai terhadap apa yang ingin anda raih dari dulu.
Jadi intinya gini, jangan ingin tertipu dengan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. semua orag itu cerdas, dan tidak ada yang bodoh apalagi OOT. selama ia masih punya akhlak yang mulia Dimata orang lain, maka disitulah orang lain akan memuliakan dirinya sama halnya anda memuliakan orang tersebut.
Saya bukan orang cerdas, namun orang bodoh ini akan berusaha menyampaikan sesuatu yang masih belum dapat dituangkan oleh fikirannnya.


