Artikelferdi- Abrahah adalah salah seorang pemimpin baik asal Yaman yang telah menjadi patokan khusus bagi anak buahnya. baik dari tingkatan awal hingga kelas tinggi.
Dahulu abrahah dikenal sebagai pria dermawan, serta gemar berbagi harta. Akan tetapi sikapnya mulai berubah ketika mendengar nama Ka'bah di sanjung sanjung oleh orang lain. dirinya kemudian mencari tahu asal Ka'bah itu, hingga dia mendapati lokasinya yang terletak di Makkah Al-Mukarramah.
Di Islam tahun gajah selalu di identikan dengan maulid nabi Muhamad Saw sebagai junjungan umat Islam sekarang ini. dirinya dijadikan role model dan contoh suri tauladan akan akhlak dan sikapnya. secara historis nabi Muhammad lahir sekitar tahun 570 SM di Makkah, yakni 12 rabiul awal yang saat itu pula bertepatan dengan penyerangan pasukan gajah abrahah.
Awal penyerangan
Pada dasarnya abrahah tidak memiliki keinginan untuk menyerang Ka'bah, bahkan rakyatnya sempat menaruh tanggung jawab padanya untuk menjaga kerajaannya. namun dirinya justru membenci Ka'bah karena umat Islam menjadikan tempat tersebut sebagai objek ibadah. silih berganti, syahdan abrahah kemudian sempat mendirikan bangunan yang menyerupai Ka'bah bernama qullais, letaknya di shan'a. akan tetapi respon orang orang Yaman seperti itu tidak tertarik bahkan men-capnya sebagai arsitektur Abal Abal. hal inilah yang memicu abrahah sangat benci terhadap ka'bah hingga ia berniat menghancurkan nya dengan mengerahkan begitu banyak pasukan gajah nya yang kuat untuk membasmi tempat tersebut.
Abrahah sendiri lahir di Yaman, yang merupakan daerah strategis yang pernah dijadikan sebagai tempat penaklukan (Ethiopia). dari masa kekuasaannya hingga ke keturunannya.
Kemudian abrahah bersedia mengirim bala pasukannya untuk menuju Makkah. diselang perjalanan panjang pasukan gajah abrahah menuju Makkah, banyak orang orang dari para petua yang berupaya menghadangnya namun mereka tak kunjung mampu melawan. begitu pula dengan para bani İsrail yang berupaya menghalangi, namun mereka pula tak bisa mengatasi kekuatan pasukan abrahah yang amat begitu kuat. hingga setelah perjalanan mereka terhenti di perbatasan Makkah, para pasukan abrahah merampas harta Bani Quraisy termasuk ratusan unta milik kakek Muhammad (Abdul Muthalib).
Kemudian setelah para bala paskan Abrahah sukses melewati lobi lobi penting, harta yang telah mereka rampas kemudian diberi kembali pada Bani Quraisy. karena tujuan abrahah datang ke Makkah adalah ingin menghancurkan Ka'bah bukan datang dengan alasan perang.
Setelah para suku suku Arab sadar bahwa melawan pasukan abrahah itu sulit, mereka kemudian mengayomi segala macam hartanya untuk melarikan diri, dari tempat asalnya kemudian naik ke bukit dekat Makkah. dan para bani Quraisy dengan keimanannya hanya bisa memohon kepada Tuhan–nya (Allah SWT) agar pasukan abrahah bisa dikalahkan.
Dalam beberapa riwayat yang saya dapatkan, Abdul Muthalib memegang rantai pintu pintu Ka'bah sembari bersenandung:
لَاهُمَّ إِنَّ الْعَبْدَ يَمْنَعُ - رَحْلَهُ فَامْنَعْ
حِلَالَكْلَا يَغْلِبَنَّ صَلِيبُهُمْ - وَمِحَالُهُمْ غَدْوًا
مِحَالَكْإِنْ كَنْتَ تَارِكَهُمْ وَ - قِبْلتَنَا فَأَمْرٌ مَا بَدَا لَكْ
Artinya, “Bukan mereka, sesungguhnya ada hamba yang mencegah untanya, maka cegahlah tanah suci-Mu. Salib dan tipu daya mereka tidak dapat mengalahkan tipu daya-Mu esok. Jika Engkau hendak membiarkan mereka dan kiblat kami, perintahkanlah yang semestinya Engkau perintahkan.”
Setelah itu, Abdul Muthalib pun berusaha melarikan diri ke bukit kab'bah dengan para bani Quraisy.
Kehancuran abrahah dan pasukannya
Setelah para pasukan gajah abrahah telah sampai di tempat tersebut. Para gajah gajahnya seakan tak bisa memajukan langkah langkahnya lagi, ini seperti memperlihatkan bahwa gerombolan gajah yang ditunggangi oleh kaum abrahah ingin kembali ke Yaman.
Dari doa doa yang dipanjatkan oleh para bani Quraisy dan kakek Nabi Muhammad. Allah menurunkan 1 makhluk familiar bernama burung ababil dari arah laut Ka'bah. burung burung tersebut berbentuk seperti (layangan/jalak) dengan sayap yang cukup tebal.
Burung burung tersebut membawa 3 butir batu dan yang mana 2 butir batunya diletakkan di kedua kaki serta 1 batu di simpan di paruh. Batu ini walau memiliki ukuran kecil tapi Allah berkata bahwa batu batu tersebut bersumber dari neraka. dan ketika itu terkena oleh seseorang maka dirinya binasa.
Lantas dengan gerombolan burung ababil yang menuju ke makkah, burung tersebut menjatuhkan semua Batu tersebut hingga pasukan abrahah terluluh lantahkan serta binasa akibat batu yang menimpa nya.
Menurut hadist sahih, kisah tersebut di abadikan dalam Q.S Al-fil. Banyak ulama yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar February 570 SM tepat setelah 50 hari insiden tersebut, nabi Muhammad lahir.
Pengamatan akal
Setelah saya meneliti ini, saya mendapati banyak pertanyaan. pertanyaan tersebut diantaranya:
- Bagaimana batu sekecil itu mampu membinasakan pasukan gajah kuat tersebut?
- Apa energi yang disembunyikan oleh Ka'bah?
- Kenapa abrahah sangat sulit menghancurkan bangunan seperti itu?
Dari pertanyaan di atas mengisyaratkan, bahwa fakta historis tidak bisa mengasumsikan nilai kebenaran akan kisah teologis. yang isinya secara gamblang menceritakan cerita seseorang, objek dan sebagainya.
Karena dalam suatu cerita, pasti di selipkan narasi spritual yang secara sains itu tidak logis. Namun untuk menanggapi kebenarannya, penulis berpikir bahwa kitab suci yang tertera padanya adalah objek menarik dalam memahami kisah tersebut secara akal sehat dan tersurat.


